Jatipuro.net

SITUS VIRTUAL KOMUNITAS WARGA JATIPURO

Archive for the ‘Budaya’ Category

Megengan

Posted by admin pada Juli 19, 2012

MEGENGAN merupakan tradisi kenduri yang digelar untuk menyambut awal Ramadan.
Ritual ini berlangsung turun-temurun dan hingga sekarang masih dilakukan masyarakat Jatipuro.
Susasana Kliwon di pasar jatipuro lebih rame dari biasanya karna banyak ibu ibu berduyun-duyun datang ke pasar untuk berbelanja kebutuhan pokok yang akan digunakan untuk menyambut megengan datangnya Bulan Ramdhan.
Harga kebutuhan pokok terutama sembako terus merangkak naik dan biasanya akan terus naik sampai lebaran nanti.

Megengan biasanya dilakukan 1 hari sebelum awal puasa dengan menggelar kenduri di musholah atau masjid sebagai salah satu rangkaian dari acara menyambut bulan Ramadhan atau kalau di kampung kami disebut dengan megengan.
Salah satu ritualnya adalah membuat nasi tumpeng dengan berbagai uba rampe seperti apem,kue tradisional yang biasa bagi sebagian masyarakat Jawa kue apem memang punya nilai sendiri dan selalu ada dalam kenduri tersebut,
Kemudian tumpeng dikumpulkan Setelah terkumpul semua,baru dilakukan kenduri secara bersama-sama yang tentunya sebelum acara makan-makan dilakukan doa bersama dan sedikit siraman rohani dari Ustad setempat atau tetua kampung.

Dulu kenduri dilakukan secara bergilir dari rumah ke rumah,dalam kenduri tak ada pembedaan status, kaya-miskin ataupun kedudukan.
Lama-lama cara ini dianggap tak efektif dan pemborosan,tetapi sekarangpun masih ada mungkin belum afdol kalau belum kenduri di rumah sendiri bahkan sampai sekarang pun masih ada yang memyediakan pancen untuk para leluhur yaitu berupa makanan minuman dan rokok,yang dipercaya arwah para leluhur ini akan pulang tilik rumah.

Sudah menjadi semacam tradisi, sebelum puasa dan juga nanti menjelang lebaran, orang-orang di kampung kami melaksanakan ziarah kubur sekaligus membersihkan makam para leluhur, menabur bunga dan kirim doa di atas pusara para leluhurnya,Yang jelas dalam agama juga dianjurkan berziarah untuk mengingat mati.
Dengan mengingat mati, hidup tak akan sewenang-wenang dan seenaknya. Kematian adalah nasihat hidup yang baik

Teringat masa kanak kanak dulu Luar biasa senangya menjelang puasa begini ada ”ritual” khusus yaitu mandi sepuas-puasnya di sungai atau lebih di kenal padusan ,Anak-anak mandi beramai-ramai, kosokan dan bolotan menghilangkan daki, membersihkan kotoran-kotoran yang menempel di badan dengan batu ,untuk mengimbangi pembersihan jiwa melalui puasa di bulan Ramadhan yang akan kami jalani.
malamnya bangun lebih awal untuk membangunkan orang orang untuk makan sahur,kemudian sholat subuh di masjid dilanjutkan jalan jalan sampai pagi.

Maka dari itu,mari kita menyongsong ramadhan ini degan senyuman cerah,secerah kita mempersiapkan tradisi megengan,serta kita perbanyak amal sholeh.

Marhaban Ya Ramadhan
Selamat Menjalankan Ibadah Puasa

Posted in Budaya, Serba-serbi | Leave a Comment »

Kolaborasi Wayang Kulit

Posted by admin pada April 26, 2012

Melestarikan Budaya wayang kulit
Pagelaran wayang kulit di daerah Jatipuro walaupun masih ada sudah jarang kita jumpai
Hanya bulan bulan tertentu khususnya bulan Besar/Dzulhijjah masih sering kita jumpai.

Pagelaran wayang kulit biasanya dilakukan pada pesta pernikahan,syukuran,sunatan,bersih desa dan perayaan 17-an.
Meskipun kesenian wayang ini berasal dari jawa,
namun gaungnya sudah mendunia bahkan banyak warga dari negara manca yang belajar tentang wayang dan gamelan,
sayangnya di negeri sendiri bahkan di tanah asalnya di Jawa,
makin sedikit yang menggemari kesenian ini
Efek Globalisasi yang dahsyat,
cengkaramannya bukan hanya dibidang ekonomi dan teknologi, namun merambah sampai ke bidang seni.

Generasi muda di Jawa mungkin lebih banyak menggemari menonton grup musik
yang mengusung tema luar negeri daripada nonton wayang.
Wanitanya lebih memilih nonton sinetron.

Ditengah kondisi seperti ini, wayang mencoba bertahan.
Supaya tidak di tingalakan penonton Akhirnya lahirlah inovasi baru,
mencoba mementaskan seni tradisi sedemikian rupa hingga mampu menarik minat penonton.
Selain seperangkat alat gamelan,ternyata ada gitar listrik,drum Dan juga organ tunggal.
Mencoba menggabungkan kesenian tradisional dan modern seperti campur sari,
seperti yang di lakukan oleh dalang muda Ki Suroso Aji yang berasal dari keron Jatisobo.

Selain pesinden juga ada penyanyi campursari yang ikut memeriahkan pertunjukan wayang,
biasanya campur sari ini di munculkan dalam limbuk’an dan goro-goro,
ada juga yang selain gareng wayang kulit ada gareng wayang orang,
komedian yang sudah cukup populer memerankan gareng adalah Sriyun/Pariyun yang berasal dari Trombol Jatipurwo.
tidak hanya mentas di sekitar jatipuro,bahkan kang Pariyun sering juga mendapat job pentas ke luar kota.

Di kalaborasikan dengan apapun yang terpenting tetap mengangkat nilai moril dari cerita,
tidak terlalu jauh melenceng dari pakem pewayangan,
serta tetap di minati demi melestarikan budaya kita.

Posted in Budaya | 1 Comment »

Asal usul Kab Karanganyar

Posted by admin pada Januari 17, 2010

PROSES HISTORIS TERBENTUKNYA KABUPATEN KARANGANYAR DIMULAI DARI PEMERINTAHAN DESA YANGA KECIL , YANG TERBENTUK PADA MASA PERJUANGAN RADEN MAS SAID, PADA TAHUN 1741-1757. KETIKA ITU RADEN MAS SAID YANG DIKENAL SEBAGAI PANGERAN SAMBERNYAWA MENJADIKAN BEBERAPA DAERAH SEBAGAI PUSAT PERLAWANAN TERHADAP BELANDA. DAERAH-DAERAH TERSEBUT ADALAH DAERAH NGLAROH. DAERAH SEMBUYAN, DAN DAERAH MATESIH , YANG SELANJUTNYA MENJADI TITIK SEJARAH DAN AWAL DARI PROSES PERTUMBUHAN PERINTAHAN.
BERDASARKAN STAATSBLAD NOMOR 30 TAHUN 1847, TANGGAL 5 JUNI 1847, KABUPATEN ANOM(ONDERREGENT) KARANGANYAR TERBENTUK , BERSAM-SAMA DENGAN DIBENTUKNYA 2 (DUA) KABUPATEN ANOM LAIN , YAITU KABUPATEN ANOM WONOGIRI DAN ANOM MALANGJIWAN , YANG BERADA DALAM WILAYAH PEMERINTAHAN KADIPATEN MANGKUNAGARAN . DALAM PELAKSAAN PEMERINTAHANNYA , PADA SETIAP KABUPATEN ANOM , TERMASUK PADA KABUPATEN ANOM KARANGANYAR DIBENTUK KANTOR URUSAN PEMERINTAHAN , KANTOR URUSAN PENGADILAN, KANTOR URUSAN KEPOLISIAN , DAN KANTOR URUSAN PERKEBUNAN.
PDA TAHUN 1917, DENGAN RIJKSBLAD MANGKUNEGARAN NOMOR 37 DIBENTUK 2 (DUA) KABUPATEN , YAITU : KABUPATEN KARANGANYAR DAN KABUPATEN WONOGIRI . DAN PADA TANGGAL 18 NOVEMBER 1917 , KANJENG GUSTI PANGERAN ARYA MANGKUNEGARA VII MELANTIK KRMT . HARDJO HASMORO SEBAGAI BUPATI KARANGANYAR.
DALAM KURUN WAKTU TAHUN 1917-1930 DI KABUPATEN KARANGANYAR TELAH TERJADI PERGANTIAN BUPATI SEBANYAK 2 (DUA) KALI, YANG BERARTI DALAM KURUN WAKTU 1917-1930 TERSEBUT, ADA 3 (TIGA) ORANG BUPATI YAITU KRMT,HARDJOHASMORO,RMT.SARWOKO MANGOENKOESOEMO , DAN RMT .DARKO SOEGONDO.
BERDASARKAN RIJKSBLAD MANGKUNAGARAN NOMOR 10 TAHUN 1923 , KABUPATEN KARANGANYAR DIBAGI MENJADI 3 (TIGA) WILAYAH KAWEDANAN, YAITU :
1.KAWEDANAN KARANGANYAR
2.KAWEDANAN KARANGPANDAN
3.KAWEDANAN JUMAPOLO
DALAM 3 (TIGA) KAWEDANAN TERSEBUT TERDAPAT 14 (EMPAT BELAS) WILAYAH KAPANEWON/KECAMATAN , YAITU:
1.KAPANEWON KARANGANYAR
2.KAPANEWON TASIKMADU
3.KAPANEWON JATEN
4.KAPANEWON KEBAKKRAMAT
5.KAPANEWON MOJOGEDHANG
6.KAPANEWON KARANGPANDAN
7.KAPANEWON MATESIH
8.KAPANEWON TAWANGMANGU
9.KAPANEWON NGARGOYOSO
10.KAPANEWON KERJO
11.KAPANEWON JUMAPOLO
12.KAPANEWON TUGU(SEKARANG JUMANTONO)
13.KAPANEWON JATIPURO
14.KAPANEWON JATIYOSO
SETLAH PROKLAMASI KEMERDEKAAN TERJADI REORGANISASI PEMERINTAHAN DAERAH DI INDONESIA . TIGA KAPANEWON YANG SEBELUMNYA TIDAK TERMASUK WILAYAH KABUPATEN KARANGANYAR, SETELAH PROKLAMASI KEMERDEKAAN DIMASUKKAN KE DALAM WILAYAH KABUPATEN KARANGANYAR . TIGA KAPANEWON TERSEBUT ADALAH KAPANEWON MALANGJIWAN (SEKARANG KECAMATAN COLOMADU) , KAPANEWON KALIYOSO (SEKARANG GONDANGREJO), DAN KAPANEWON JENAWI . SEJAK SAAT ITU MAKA WILAYAH KABUPATEN KARNANGAYAR MENJADI 17 (TUJUH BEKAS) KAPANEWON/KECAMATAN.
DENGAN DEMIKIAN DAPAT DISIMPULKAN BAHWA PROSES TERBENTUKNYA PEMERNTAHAN KABUPATEN KARANGANYAR DIMULAI DARI PEMERINTAHAN DESA YANG TERBENTUK PADA MASA PERJUANGAN RM SAID (1941-1957) , KEMUDIAN DIBENTUKNYA KABUPATEN ANOM PADA TANGGAL 5 JUNI 1847 , DIIKUTI DENGAN DIBENTUKNYA KABUPATEN KARANGANYAR PADA TANGGAL 18 NOVEMBER 1917.
DANGAN PERATURAN DAERAH TINGKAT II KARANGANYAR NOMOR 20 TAHUN 1998 TENTANG HARI JADI JADI KABUPATEN KARANGANYAR , MAKA HARI JADI KABUPATEN KARANGANYAR DITETAPKAN PADA TANGGAL 18 NOVEMBER 1917.

Posted in Budaya | Komentar Dinonaktifkan pada Asal usul Kab Karanganyar